-- Valentine's Day --
Pada tanggal spesifik ini beberapa pasangan, terutama di negeri barat, saling menyatakan perassaan dan memberikan kasih sayang dan cara paling terkenal adalah saling memberikan cokelat dan surat cinta serta bunga untuk kesan romantis.
Simbol hari kasih sayang ini biasanya adalah lambang hati, merah atau pink, dan cupid yang memiliki sayap.
Dari mana, sih, hari kasih sayang ini muncul?
Banyak sekali perdebatan tentang asal usul perayaan yang tidak mendapat tanggal merah di kalendar.
Yang pertama akan muncul jika kalian mencarinya di internet adalah kisah Saint Valentine. Kisah ini terjadi pada tahun 270 di Romawi pada saat pemerintahan Kaisar Claudius II.
Pada kisah ini, Claudius II melarang pernikahan karena pasukannya kekurangan tentara dan dia berpikiran bahwa hal itu di karenakan para pria tidak ingin meninggalkan istri dan anak mereka.
Saint Valentine however sama sekali tak mendukung ide itu dan tetap menikahkan pasangan Kristen secara diam-diam hingga ia tertangkap ketika sedang menikahkan sepasang kekasih.
Ia di jatuhi hukuman mati, namun orang-orang yang berkunjung ke selnya selalu memberikan bunga sebagai lambang kebenariannya, dan dikisahkan sebelum dia di hukum mati, dia menulis surat untuk wanita yang di cintainya dengan isi "Dari Valentine-mu".
Luperculia sendiri adalah perayaan yang dulu di rayakan di kota Roma untuk melawan roh-roh jahat dan memurnikan kota, memberikan kesehatan dan kesuburan.
Dari beberapa sumber sendiri, Valentine itu pertama kali di rekam di sebuah puisi yang ada pada abad ke-14.
Kita kesampingkan dulu sejarah rumit hari simple itu, dan mulai berpikir.
Bagaimana kita harus menanggapi hari yang pembelian kartunya di nobatkan sebagai hari perayaan terbesar kedua setelah Natal oleh berbagai sumber?
Saya sendiri tidak merayakan hari yang muncul dari budaya barat ini. Saya seorang muslim dan menurut hadis yang lazim disebut hadis tasyabbuh (penyerupaan) itu berbunyi: "Barang siapa menyerupai suatu kaum, ia termasuk kaum itu."
Dan lagi, jika di lihat dari beberapa film dan cerita-cerita berbasis hari valentine ini, hari kasih sayang ini sangat berkaitan dengan perilaku yang bertentangan atau tidak sesuai dengan norma-norma Bangsa Indonesia.
Entah kenapa hari perayaan ini jika kita lihat lagi berkaitan dengan hubungan pasangan yang terkadang mencapai hubungan fisik, mulai dari berpegangan tangan hingga bahkan berciuman (Kiss Day) yang sangat inappropriate. Bukankah itu termasuk pergaulan bebas?
Tujuan hari ini memang baik, penunjukkan kasih sayang kepada orang yang penting bagi kita, uh, atau lebih tepatnya pada pasangan yang kita cintai dan sangat berharga bagi kita (Atau lebih tepatnya bagi yang memiliki), tapi tidak semua tujuan dapat di terima begitu saja, apalagi jika ada sangkut pautnya dengan agama dan sebuah ideologi.
Pendapat saya tetap sama, saya tidak merayakan Valentine. Tapi saya tidak bisa mengatur hidup orang, benar?
SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Kasih_Sayang
https://id.wikipedia.org/wiki/Lupercalia
https://www.inews.id/lifestyle/muslim/hukum-hari-valentine-menurut-islam
https://www.youtube.com/watch?v=JGNsv5Yyq6s
https://www.youtube.com/watch?v=BTzz1ZGMQZw
https://kolom.tempo.co/read/1003467/natal-dan-hadis-tasyabbuh/full&view=ok
Komentar
Posting Komentar