Tugas Kimia : Model Ikatan VSEPR
Nama : Novia Amarani Putri Fitria
Kelas : X MIPA 6
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi, siang, sore. Pertama saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. karena telah mengizinkan saya membuat laporan untuk tugas ini.
Terimakasih juga untuk ibu karena tekah memberikan saya ilmu ini :D.
1. Tujuan Belajar
1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk molekul
2. Untuk belajar lebih dalam mengenai "Ikatan Kovalen dan Bentuk Molekul"
2. Kajian Teori
Teori VSEPR atau Valence Shell Electron Pair Repulsion adalah suatu model kimia yang digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk molekul kimiawi berdasarkan gaya tolakan elektrostatik antar pasangan elektron.
Cara Menentukan Bentuk Molekul Berdasarkan Teori VSEPR
1. Tentukan atom pusatnya.
2. Cari tahu nomor atomnya dan konfigurasi elektronnya.
3. Tentukan jumlah elektron valensinya.
4. Tentukan jumlah domain elektron atom lain yang berikatan (ligan).
5. Jumlahkan elektron dari semua atom.
6. Bagilah dua untuk mendapatkan pasangan elektron.
7. Tentukan PEI berdasarkan jumlah yang terikat pada atom pusat, sisanya merupakan PEB.
8. Tentukan notasi VSEPR dan bentuk molekul berdasarkan jumlah PEB dan PEI
Tipe molekul dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Tentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV)
- Tentukan jumlah domain elektron ikatan (X)
- Tentukan jumlah domain elektron bebas (E)
Dengan :
Bentuk Molekul berdasarkan Teori Domain Elektron :
- Linear (AX2)
- Segitiga planar (AX3)
- Segiempat piramida (AX5E)
- Seesaw/jungkat-jungkit (AX4E)
- Bentuk T (AX3E2)
- Oktahedral (AX6)
- Bentuk bengkok/bent (AX2E)
- Tetrahedral (AX4)
- Segitiga piramida (AX3E)
- Bentuk V/bent (AX E2)
- Segitiga bipiramida (AX5)
Bentuk molekul berdasarkan Teori Hibridisasi :
- Linear (sp)
- Trigonal planar (sp2)
- Tetrahedral (sp3)
- Segitiga bipiramida (sp3d)
- Octrahedral (sp3d2)
Meramal bentuk molekul juga--menurut sumber lain--dapat dengan cara :
1. Menentukan atom pusat.
2. Tuliskan jumlah elektron valensi dari atom pusat.
3. Menentukan jumlah elektron valensi dari masing-masing substituen jika berupa atom.
4. Satu elektron dari substituen dipasangkan dengan satu elektron dari atom pusat sehingga
membentuk pasangan elektron (pasangan elektron ikatan, PEI). Perlu diperhatikan bahwa,
bahwa jumlah elektron atom pusat tidak selalu memenuhi kaidah oktet. Jika masih terdapat
substituen dan masih terdapat elektron pada atom pusat, maka semuanya harus dipasangkan.
5. Jika semua susbtituen telah dipasangkan dengan elektron atom pusat dan masih terdapat
elektron yang tidak berpasangan, maka elektron tersebut tetap ditulis pada atom pusat
sebagai elektron bebas atau pasangan elektron bebas (PEB).
6. Jika berupa ion poliatomik, maka setelah semua substituen dipasangkan kurangi elektron juga
ion bermuatan positif dan tambahkan elektron jika ion bermuatan positif.
7. Menentukan bentuk molekul serta memperkirakan besarnya sudut-sudut ikatan disekitar
atom pusat dengan memperhatikan tolakan-tolakan yang terjadi agar diperoleh bentuk
dengan tolakan yang minimum.
3. Pengerjaan Pembuatan Model Bentuk Molekul
a. Persiapan Alat dan Bahan
- Tanah Liat dan Plastisin
- Gunting
- Tusuk sate
- Plastik
b. Cara :
- Potong tusuk sate menjadi dua dengan ukuran yang sama atau setidaknya mirip
- Bentuklah plastisin/malam dan tanah liat menjadi bulat
- Pasangkan bulatan malam/plastisin dan/atau tanah liat kepada tusuk sate sesuai bentuknya :
1. Linear
- Pasang plastisin berwarna sebagai inti di tengah
- Tusuk dua tusuk sate di kedua sisinya secara lurus sejajar
- Tutup kedua ujung tusuk sate dengan tanah liat sebagai elektron terikat
2. Trigonal Planar
- Pasangkan tiga tusuk sate ke plastisin (Atom pusat) membentuk Y terbalik
- Tutup ketiga ujungnya dengan tanah liat sebagai elektron terikat
3. Tetrahedral
- Pasangkan satu tusuk sate di atas plastisin sebagai tanda
- Pasangkan dua tusuk sate di kanan dan kiri membentuk sudut 109°
- Pasangkan satu tusuk sate di depan dengan membentuk sudut 109°
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
4. Oktrahedral
- Pasangkan empat tusuk sate menyilang (X) secara mendatar ke plastisin
- Pasangkan secara Vertikal (I) atau berdiri tegak lurus dengan tusuk sate sebelumnya'
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
5. Segitiga Bipiramida
- Pasangkan secara vertikal di atas dan di bawah tusuk satenya ke plastisin
- Pasangkan bentuk segitiga planar di tengahnya
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
6. Segitiga piramida
- Pasangkan Y secara menyamping dengan sedikit cekung ke atas
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
7. Huruf V atau bengkok
- Pasangkan dua tusuk sate dengan membentuk huruf V
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
8. Jungkat-Jungkit
- Buatlah seperti segitigabipiramida namun hilangkan salah satu ujungnya (Yang
sendiri an atau garisnya)
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
9. Bentuk T
- Buatlah secara vertikal garis lurus dengan dua tusuk sate atas dan bawah
- Tambahkan secara tegak lurus satu tusuk sate di salah satu sisi
- Pasangkan tanah liat di setiap ujungnya sebagai elektron terikat
10. Segiempat Piramida
- Buatlah Octrahedral lalu cabut tusuk sate di bawahnya.
c. Contoh
1. Linear (AX2)
- CO2
2. Segitiga (Triogonal) Planar (AX3)
- BCl3
3. Tetrahedral (Tetrahedron) (AX4)
- CH4
4. Oktrahedral (AX6)
- SF6
5. Segitiga Bipiramida (AX5)
- BCl5
6. Segitiga Piramida (AX3E)
- NH3
7. Huruf V atau Bengkok (AX2E atau AX2E2)
- SO2 , H2O
8. Jungkat-Jungkit (AX4E)
- SF4
9. Bentuk T (AX3E2)
- ClF3
10. Segiempat Piramida (AX5E)
- IF5
4. Media LaLai
PPT : PPT Bentuk Molekul
5. Sumber












Komentar
Posting Komentar